Inspirasi

7 Pelajaran Hidup Paling Berharga

Pinterest LinkedIn Tumblr

Hidup bahagia bersama orang-orang yang kita cintai tentu jadi dambaan semua orang. Walau begitu, dalam perjalanan hidup ini kita pasti akan menemui banyak rintangan untuk mewujudkannya. Meskipun begitu, di balik tantangan tersebut, ada banyak pelajaran berharga yang bisa kita dapatkan. Nah, berikut ini, kami akan membagikan 7 diantaranya.

Kegagalan itu anugerah

Pahit memang, tapi begitulah kenyataannya. Kesalahan dan kegagalan adalah hal yang seharusnya kita syukuri. Karena dari situlah kita bisa belajar banyak. Jangan pernah sepelekan kegagalan. Betul lho kata pepatah. Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, bila kita mau mengambil pelajaran dan bangkit lagi setelah gagal. Bukan masalah bila jatuh berkali-kali. Yang terpenting adalah kembali bangkit dan memulai kembali setelah jatuh.

Tak semua teman benar-benar “teman” kita

Hmm… kenyataan yang menyakitkan memang. Tapi, semakin dewasa rasanya kita semakin disadarkan bahwa tak semua teman yang kita miliki punya perasaan yang tulus dan maksud baik. Ada teman yang menusuk dari belakang, mereka yang cuma mau memanfaatkan, atau tipe-tipe lainnya. Sulit memang untuk bisa menentukan apakah seseorang itu tulus atau tidak. Tapi mungkin pepatah berikut bisa jadi acuan: “Don’t listen what people say, watch what they do”. Jangan dengarkan apa yang orang katakan, perhatikan saja apa yang mereka perbuat. Anda setuju kan?

Berhenti berubah demi orang lain

Pernah tidak dalam suatu hubungan, Anda berkompromi banyak hal hanya agar hubungan itu berjalan dengan lancar? Memperbaiki diri jadi pribadi yang lebih baik memang sesuatu yang harus kita lakukan, tapi kalau sampai mengorbankan banyak hal demi orang lain?

Sayangnya, banyak di antara kita yang terjebak dengan hal ini. Berubah habis-habisan demi orang lain. Ladies, berhentilah meakukan hal ini. Berhenti mengejar satu standar hanya agar keberadaan kita “diakui” oleh orang lain. Jadilah diri sendiri, dan orang yang tepat akan datang pada Anda.

Percaya pada penilaian diri sendiri

Seringkali karena kurang yakin pada diri sendiri, kita lebih percaya penilaian orang lain yang belum tentu benar. Stop it now. Mulailah dengarkan intuisi Anda dan percaya bahwa Anda pun bisa menentukan apa yang terbaik bagi Anda tanpa campur tangan orang lain.

Mustahil membahagiakan semua orang

Bila Anda punya kecenderungan untuk melakukan hal ini, hentikan sekarang juga. Ada milyaran orang di dunia ini, dengan pendapat dan sudut pandang yang berbeda. Tidak mungkin kan Anda meladeni keinginan mereka satu-persatu? Coba tengok kembali pembahasan poin 3. Jadilah diri sendiri. Tak masalah bilsa banyak orang tak setuju. Selama hal yang Anda lakukan positif dan membuat Anda bahagia, tak usah peduli pendapat orang lain.

Jaga mulut kita

Mulutmu harimaumu. Selalu ingat itu. Jangan terpengaruh ajakan orang lain untuk bergosip, atau membocorkan rahasia yang sebenarnya bukan urusan Anda. Fokus saja pada kehidupan Anda, dan jangan ikut campur pada hidup orang lain yang belum tentu kita mengerti. Dengan begitu hidup Anda dijamin akan jauh lebih tenang dan nyaman.

Bahagia mulai dari sekarang

Coba ingat-ingat, pernahkan Anda mengucapkan kalimat ini: “Nanti deh, kalau libur panjang saja baru ajak orangtua jalan-jalan”, atau “Nanti saja deh kalau modal sudah besar, baru buka usaha”. Tidak salah memang bila Anda ingin menunggu momen yang tepat untuk melakukan sesuatu. Tapi hati-hati, jangan sampai ini dijadikan kebiasaan untuk menunda-nunda hal yang sebenarnya bisa Anda lakukan sekarang.

Ajak saja orangtua Anda berlibur walaupun hanya di dalam kota. Atau Anda bisa mulai buka usaha walaupun modal belum besar, karena yang penting adalah berani melakukan langkah pertama. Ingat, kita tidak tahu apa yang mungkin akan terjadi besok. Manfaatkan waktu yang ada dan mulai hidup di saat ini, bukan besok.

Poin-poin di atas hanyalah sedikit dari pelajaran hidup ini. Hidup memberikan banyak sekali hal yang bisa kita ambil ilmunya. Coba share di sini ya, apa pelajaran hidup yang paling berharga menurut Anda?

 

1 Comment

  1. Pingback: Salfok.

Write A Comment