FokLine

Apa itu Quarter Life Crisis dan Apakah Semua Orang Mengalaminya?

Pinterest LinkedIn Tumblr

Istilah Quarter Life Crisis akhir-akhir ini sering kita jumpai, dan rupanya para anak muda atau remaja lah yang paling sering melontarkan istilah ini. Mengapa sih mereka sering sekali melontarkan istilah ini? Apakah mereka sudah paham betul istilah yang satu ini?

Bagi Anda yang rupanya juga masih bingung apa itu Quarter Life Crisis, maka tak perlu khawatir, karena kami akan memberikan sedikit info mengenai Quarter Life Crisis.

Pengertian

Quarter Life Crisis adalah fase peralihan, dari remaja menuju dewasa. Pada fase ini orang sering merasa kebingungan dan kekhawatiran. Kekhawatiran yang ada bermacam-macam jenis dan sebabnya, yang jelas pada fase ini orang cenderung lebih khawatir dari usia-usia sebelumnya atau setelahnya.

Umumnya Quarter Life Crisis terjadi di antara mereka yang berumur 20 tahun hingga 25 tahun. Sebelumnya telah dikatakan bahwa ada bermacam-macam jenis kekhawatiran yang akan dialami. Ya, ada orang yang di usia 20 tahun sudah menikah kemudian orang lain di usianya merasa minder karena belum juga memiliki kekasih hati, keminderan tersebut membawa orang itu menuju pemikiran yang lebih dalam. Bisa jadi ia langsung berpikiran apakah tidak akan menikah saja, atau langsung berpikir tidak akan ada orang yang mau menikah dengannya.

Kekhawatiran lain juga bisa berupa pekerjaan. Semisal saja ada orang yang berusia 24 tahun sudah menjadi bos, lalu orang lain disekitarnya yang berusia sama juga menilik hal tersebut dan langsung membandingkan diri mereka sendiri. Hal ini sangat rentan terjadi, apalagi kalau pembandingnya cukup signifikan.

Dipastikan setiap orang yang berusia 20 hingga 25 tahun pernah merasakan fase ini, namun penyampaiannya berbeda-beda. Ada yang sangat terpuruk akan fase ini hingga depresi ada juga yang santai menikmatinya percaya bahwa kecemasan-kecemasan tak berarti itu akan hilang dengan sendirinya.

Sikap yang Harus Dilakukan Ketika Mengalami Quarter Life Crisis

Tentu Anda tidak disarankan untuk terus-terusan terpuruk di fase ini. Anda harus bangkit dan mengambil beberapa sikap untuk mengatasi fase ini.

Sikap pertama yang bisa Anda lakukan adalah memahami bahwa fase ini adalah normal dan semua orang bisa merasakannya. Dengan pengertian ini, orang yang tadinya terpuruk dan merasa bahwa hanya dirinya saja yang merasa demikian akan merasa lebih baik.

Ingatlah Selalu Bahwa Setiap Orang Memiliki Masalah Berbeda

Anda juga tidak disarankan untuk membandingkan diri dengan orang lain, hal ini justru malah memperkeruh keadaan. Percaya saja bahwa setiap orang memiliki roda kehidupan masing-masing, terkadang di bawah terkadang juga di atas. Jika Anda saat ini belum bekerja dan melihat teman-teman Anda sudah sukses maka inilah perbedaan roda tersebut.

Menolong Orang Lain

Suatu saat Anda akan merasakan rasanya di atas, tentu dengan usaha yang Anda lakukan sendiri. Nah, setelah menyadari bahwa orang bisa diatas bisa juga di bawah maka saatnya berbuat, jangan hanya berdiam diri saja! Mulailah meraih apa yang Anda inginkan, atau mencari-cari pekerjaan yang Anda inginkan.

Berbagi Cerita dan Momen Bersama

Anda juga bisa berbagi dengan orang lain mengenai apa yang Anda rasakan. Saat berbagi dengan orang biasanya kita juga akan mendapatkan feedback berupa saran, namun kadang pula kita malah disuguhi cerita yang lebih menyedihkan atau memilukan sehingga membuat kita bersyukur.

Cara Instan Melupakan Quarter Life Crisis

Nikmati liburan! Bisa dipastikan bahwa Quarter Life Crisis yang super membuat depresi ini datang saat kita jenuh. Oleh karena itu mulailah untuk mencari-cari tiket pesawat, hotel, dan lain sebagainya.

Anda juga bisa mencari film yang menghibur atau film yang bertema sedih untuk menghilangkan depresi Anda. Bukanya membuat kita lebih sedih, justru dengan adanya cerita yang sedih baik itu dari film maupun dari cerita orang kita akan merasa lebih bersyukur atas apa yang menimpa kita.

Berbuatlah Sekarang dan Bebaslah!

Ya, ingatlah selalu bahwa Quarter Life Crisis hanyalah kecemasan semata yang diciptakan oleh pikiran. Ingat, hanya pikiran saja yang membuat masalah-masalah ini terlihat nyata. Mereka semua tidak ada, mereka hanya ada di pikiran.

Untuk bangkit tidak cukup jika hanya mengatakan bahwa Anda sudah baik-baik saja, namun diperlukan sebuah aksi untuk benar-benar menghilangkannya. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, mulailah mencari tiket pesawat, hotel, dan berliburan di suatu tempat.

Namun demikian, liburan ini juga tak berarti jika Anda masih saja membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Usahakan untuk mengambil sikap tersebut, pahamilah bahwa setiap orang memiliki kehidupan masing-masing dan masalah masing-masing. Tak semua orang yang terlihat bahagia benar-benar bahagia. Mereka juga menutupi masalah dan kesedihan yang mereka rasakan.

Orang lain saja bisa berpura-pura bahagia, Anda jangan demikian! Tetapi jadilah bahagia yang sesungguhnya dengan menghilangkan sikap-sikap yang justru memperparah Quarter Life Crisis.