FokLine

Lokasi Tempat Kawin Kontrak yang Tidak Banyak Orang Ketahui (rahasia)

Pinterest LinkedIn Tumblr

Akhir-akhir ini banyak sekali isu kawin kontrak yang terjadi di Indonesia. Bahkan isu perkawinan kontrak tersebut ada yang dilakukan oleh para artis terkenal Indonesia. Tentu saja hal tersebut sangat mengejutkan dan banyak orang yang tidak menyangka. Setelah beberapa kejadian kawin kontrak yang terjadi, maka terungkaplah bahwa ada beberapa lokasi di Indonesia yang sering mengadakan kawin kontrak di lokasi tersebut.

Daftar Lokasi :

  • Subang
  • Pasuruan
  • Puncak Bogor

Lokasi tempat kawin kontrak tersebut merupakan lokasi yang sering dikunjungi oleh orang-orang yang ingin melangsungkan pernikahan dengan sistem kontrak. Benar atau tidaknya isu tersebut, Indonesia memang memiliki sejumlah lokasi atau kampung yang penduduknya sudah terbiasa dengan adanya praktik kawin kontrak. Di lokasi tersebut, setiap harinya tidak pernah sepi dengan yang melangsungkan akad pernikahan. Seperti pernikahan pada umumnya, disana ada penghulu, mempelai laki-laki dan perempuan serta mahar yang akan diberikan oleh mempelai laki-laki kepada perempuannya.

Lokasi yang sering digunakan untuk kawin kontrak pertama berada di Kampung Cinta Kecamatan Pageden, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Rata-rata para lelaki yang akan melakukan kawin kontrak disini adalah rata-rata mereka yang berasal dari Jakarta. Jarak antara Jakarta ke Subang lumayan jauh, yaitu sekitar 134 kilometer. Selain itu, mereka yang akan menuju kampung Cinta ini akan dihadapkan dengan sebuah jalan yang masih berupa jalan kecil dengan hutan di kanan kirinya.

Meskipun jalan lokasi tempat kawin kontrak disini terkesan menyeramkan, namun tak membuat mereka mengurungkan niatnya untuk pergi ke Kampung tersebut. Disini Anda bisa memilih kriteria umur yang bisa Anda nikahi kontrak. Umur perempuan yang biasanya dinikahi dengan sistem kontrak berkisar antara umur 16 sampai 30 tahunan. Namun, dibalik semua pernikahan kontrak yang para perempuan itu lakukan adalah ingin dinafkahi karena mereka memiliki keterbatasan ekonomi serta pendidikan yang memadai.

Lokasi yang digunakan untuk kawin kontrak kedua berasal Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Anda bisa menemukan lokasi desa ini sekitar dua jam dari arah kota Surabaya. Setelah Anda memasuki desa ini, Anda akan diberikan beberapa pertanyaan seperti kriteria wanita yang ingin Anda nikahi kontrak. Selain mendatangkan pelanggan dari Indonesia, Desa Kalisat juga mampu mendatangkan orang-orang yang berada di Malaysia, Singapura, serta Arab Saudi. Hal tersebut dikarenakan desa tersebut sudah terkenal hingga ke pasar Internasional.

Proses dalam  yang ada disini semuanya akan diurusi oleh orang yang sering disebut sebagai makelar. Mulai dari maharnya, penghulu, surat menyurat kontrak, hingga keluhan-keluhan dari pihak pengontrak serta terkontrak juga diurusi oleh makelar. Meskipun terkesan kontroversial bahkan ironis, tetapi para pemuka agama di desa ini memiliki alasan tersendiri bagi mereka yang melakukan praktik nikah kontrak tersebut.

Sementara itu, kawin kontrak yang ada disini memiliki  tarif harga pernikahan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Seperti jika Anda ingin menikahi perempuan yang masih perawan dan cantik, maka tarif yang akan diberikan sebesar 35 juta rupiah. Sementara untuk janda, tarif yang diberikan sebesar 15 juta rupiah.

Dan lokasi tempat kawin kontrak terakhir yang sering digunakan untuk kawin kontrak adalah Puncak Bogor. Disini, rata-rata orang yang melakukan kawin kontrak berasal dari turis Timur Tengah. Mereka memiliki alasan sendiri untuk melakukan kawin kontrak tersebut. Perempuan yang sering dikontrak untuk melakukan praktik kawin kontrak meskipun hanya beberapa hari saja rata-rata berasal dari beberapa daerah di Jawa Barat, seperti Garut dan Cianjur. Selain itu, biaya yang ditanggungpun lumayan murah disini. Yaitu sekitar 700 ribu  hingga satu juta rupiah perharinya.

Itulah beberapa lokasi tempat kawin kontrak yang sering banyak dikunjungi. Meskipun kawin kontrak masih banyak pro dan kontranya, tetapi semuanya kembali kepada diri kita sendiri. Apakah ingin menikah kontrak untuk kepuasan nafsu semata atau ingin menikah untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.