FokLine

Miris, Inilah 7 Negara Termiskin di Dunia Dari Benua Afrika

Pinterest LinkedIn Tumblr

Negara yang dulunya kaya raya, kini mungkin menjelma sebagai negara termiskin di dunia. Sistem perekonomian suatu negara memang bergerak dengan sangat cepat, berubah tanpa kita sadari. Keadaan tersebut dapat terjadi hanya dalam waktu beberapa tahun saja atau berabad-abad lamanya. Beberapa negara di bawah ini membuktikan bahwa negara yang dulunya kaya dapat berubah drastis.

Republik Afrika Tengah

Pendapatan per kapita Republik Afrika Tengah hanya sekitar Rp 700 ribu per bulan atau setara US$ 652. Padahal negara ini memiliki sumber daya alam berupa berlian yang sangat berlimpah. Sayangnya sumber daya tersebut dimanfaatkan oleh pihak lain untuk mengeruk keuntungan. Rakyatnya sendiri tidak merasakan kemakmuran layaknya negara-negara dengan sumber daya alam melimpah.

Permasalahan utama di negara ini adalah pemerintahan yang korup serta aktivitas pertambangan liar. Pemerintah juga tidak mampu mengontrol masyarakat untuk bertindak sesuai aturan. Hingga saat ini saja, aktivitas kaum militan masih sangat tinggi. Perang saudara yang berlangsung dari tahun 2015 juga menyebabkan banyaknya infrastruktur yang rusak.

Republik Demokratik Kongo

Dinobatkan sebagai negara termiskin kedua di dunia, Kongo memiliki pendapatan per kapita tak lebih dari US$ 773 atau sekitar Rp 10 juta per tahun. Meskipun ketersediaan SDA (sumber daya alam) melimpah, pemerintah tidak mampu memaksimalkannya. Sumber daya alam tidak dikelola dengan benar, sebagian besar dimanfaatkan untuk perang. Sebagian lainnya masuk ke kantong para pejabat korup yang memanfaatkan sumber mineral tersebut.

PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) sempat turun tangan untuk menyelamatkan perekonomian Kongo saat itu. Namun perang yang masih berkecamuk dan konflik komunal antar warga menghambat kemajuannya. Tingginya angka pembunuhan politik juga menciptakan kengerian tersendiri.

Burundi

Masih dari benua Afrika, posisi ketiga diduduki oleh Burundi. Negara yang terletak di bagian tengah benua Afrika ini hanya berpendapatan Rp 949 ribu atau US$ 814 per bulan. Berdasarkan data yang dilansir oleh IMF, sebanyak 80% warga Burundi hidup di bawah garis kemiskinan. Sistem pemerintahannya sendiri adalah presidensial, yang dipimpin oleh seorang presiden dan perdana menteri.

Kondisi Burundi tak lebih baik dari Kongo maupun Afrika Tengah. Di negara ini masih terjadi konflik antar etnis yang menewaskan banyak warga. Setidaknya sekitar 250 ribu jiwa tewas akibat perang di Burundi. Walaupun terjadi gencatan senjata di tahun 2003, kondisi Burundi tidak juga membaik. Pasalnya banyak infrastruktur yang telah rusak dan sulit diperbaiki, dikarenakan perekonomian dalam negeri.

Liberia

Dengan pendapatan per kapita US$ 855 atau berkisar Rp 990 ribu per bulan, tak salah jika Liberia masuk dalam negara termiskin di dunia. Liberia sebenarnya memiliki komoditas pertanian yang cukup baik sebelumnya. Sayangnya wabah ebola yang menyerang mengakibatkan permasalahan baru. Hal tersebut diikuti oleh anjloknya harga komoditas pertanian yang selama ini jadi sumber penghasilan. Tingkat pengangguran di Liberia juga cukup tinggi, yakni sekitar 15% dari jumlah total penduduk.

Niger

Niger mungkin memiliki wilayah yang sangat luas di daratan Afrika, tetapi tidak dianugerahi sumber daya alam yang memadai. Sebagian besar wilayah Niger dipenuhi oleh gurun gersang yang tandus. Persediaan air bersih sangat sulit didapatkan di negara ini, sehingga sulit untuk mengembangkan lahan pertanian. Sektor pertanian di Niger tidak cukup mampu diandalkan sebagai pendapatan utama. Kondisi tersebut ternyata berpengaruh pada pendapatan per kapita yakni sekitar US$ 1.107 atau Rp 1,2 juta per bulan.

Malawi

Posisi Malawi yang berbatasan langsung dengan negara-negara lain, menjadikannya sebagai landlocked country. Kondisi tersebut menjadikannya hanya bergantung pada sektor pertanian semata. Termasuk negara kecil di benua Afrika, angka harapan hidup di Malawi sangat rendah. Angka kematian dari bayi pun sangat tinggi disini. Hampir 80% warga Malawi hidup di bawah garis kemiskinan.

Berbagai kondisi memprihatinkan di Malawi diperparah oleh bencana banjir serta wabah kekeringan berkepanjangan. Musibah tersebut turut mempengaruhi sistem perekonomian Malawi hingga kian terpuruk. Malawi sendiri sebenarnya sudah menganut sistem pemerintahan demokrasi. Hanya saja pendapat per kapita Malawi tetap masuk dalam posisi terendah dengan US$ 1.134 atau Rp 1,3 juta per bulan.

Mozambik

Tak hanya masuk dalam jajaran negara termiskin di dunia, Mozambik juga disebut-sebut sebagai negara terkorup. Praktek korupsi di negara ini menyebabkan ketidaktersediaan infrastruktur dasar bagi warganya. Sangat sulit menemukan fasilitas air bersih yang dapat dimanfaatkan warga secara gratis. Rakyat hanya bergantung pada sektor pertanian yang ada. Meskipun demikian, sebenarnya Mozambik mengembangkan sektor pariwisata dan produksi aluminium.

Berdasarkan sejarah, Mozambik merupakan negara bekas jajahan Portugis yang merdeka pada tahun 1975. Sayangnya hingga saat ini, Mozambik masih memiliki hutang yang cukup besar. Sehingga sistem perekonomian dalam negeri sangat terpuruk oleh karenanya.